IMG_20141130_085319Minggu tanggal 30 November 2013 seluruh mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jember angkatan 2013 yang sedang menempuh mata kuliah Media Pembelajaran Bidang Studi melakukan Praktek Kuliah Lapang (PKL) di 3 kabupaten di provins Jawa Timur. Tak kurang dari 90 mahasiswa didampingi oleh 3 dosen melakukan kegiatan tersebut. Bapak Suranto, Bapak Sumarjono dan Ibu Sri Handayani turut serta dalam rombongan mahasiswa. Agendanya tak lain ingin melakukan observasi ke beberapa tempat/situs yang tersebar di 3 kabupaten tersebut. Kami berangkat dengan mengendarai 5 buah mobil elf.

Seluruh mahasiswa berkumpul di gedung 1 FKIP Universitas Jember pada pukul 06.00 pagi dan menuju lokasi pertama Situs Duplang yang berada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Akses jalan ke situs tersebut melewati pedesaan dan rumah-rumah penduduk. Disana terdapat menhir, kubur batu/dolmen, dan beberapa batu kenong.

Situs Duplang 1Situs Duplang 2Lokasi kedua adalah Situs Pekauman yang berada di Desa Pakauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso yang letaknya tidak terlalu jauh dari Situs Duplang. Disana terdapat Arca Menhir yang unik karena bentuk kepala dan tubuhnya menyerupai manusia. Diduga kuat itu merupakan wujud dari manusia purba zaman megalitikum dahulu. Di Situs Pekauman ini, keberadaan menhir, dolmen maupun batu kenong terpisah antara satu dengan yang lainnya. Dari hasil penelitian para arkeolog, ditemukan 15 buah Sarkopagus di Kecamatan Grujugan.

Selain Sarkopagus, ditemukan pula Dolmen (15), Batu Kenong (65), dan sebuah patung nenek moyang. Akses jalan melewati sawah dan ladang milik penduduk desa setempat.

Situs Pekauman 1Situs Pekauman 2Tepat tengah hari rombongan mahasiswa dan dosen Pendidikan Sejarah berada di Situs Glingseran. Nama situs tersebut sengaja diambil dari nama desa tempat situs berada yaitu Desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Akses jalan juga tidak jauh beda dengan di Situs Pekauman, yaitu melewati sawah dan ladang yang saat itu masih becek. Kecamatan Wringin sendiri menyimpan 67 buah Sarkopagus, Menhir (1), Batu Kenong (15). Terpata pula Dolmen yang bentuknya seperti kendang (gendang) sehingga disebut Batu Kendang oleh penduduk setempat.

Situs Glingseran 1Situs Glingseran 2Lokasi tujuan terakhir adalah Candi Jabung yang berada di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Candi Jabung sendiri merupakan candi Hindu peninggalan Kerajaan Majapahit. Struktur bangunan candi terbuat dari bata merah yang sudah bertahan ratusan tahun. Namun sekarang kondisinya mengkhawatirkan. Dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Beberapa mahasiswa juga mencoba untuk menaiki Candi Jabung walau tangga yang ada di candi ini kecil-kecil.

Candi Jabung 1Candi Jabung 2Selesai di Candi Jabung, rombongan mahasiswa dan dosen Pendidikan Sejarah menuju Kota Situbondo untuk makan malam di Alun-Alun Kota. Sembari menunggu Maghrib, mobil elf berhenti di Pelabuhan Panarukan dan Pasir Putih. Apalagi yang dilakukan mahasiswa? Tentu saja mengabadikan moment selagi berada ditempat tersebut. Saat azdan Maghrib akhirnya sampai juga seluruh rombongan di Alun-Alun Kota. Seluruh rangkaian kegiatan pun selesai dan kami pulang kembali ke Universitas Jember. Tepat pukul 20.30 WIB kami sampai di tempat semula kami berangkat.